TERNATE, Hidayatullahmalut.or.id–Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara menggelar rapat evaluasi dan pelaporan kegiatan sekaligus pembubaran kepanitiaan Daurah Marhalah Wustha (DMW) Hidayatullah se-Indonesia Timur yang dirangkaikan dengan Seminar Kebangsaan dan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Yayasan Kampus Madya Hidayatullah Ternate, Kalumata Tengah pada Rabu (4/11/2026).
Rapat ini menjadi bagian dari pertanggungjawaban organisasi atas pelaksanaan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Kota Ternate. Selain itu, forum ini dimaksudkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses persiapan, pelaksanaan, pencapaian target, pengelolaan anggaran, serta berbagai aspek teknis dan administratif kegiatan.
Dalam arahannya, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Ust. Nasri Buhori, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia serta semua pihak yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
"Kita apresiasi teman-teman panitia dan semua pihak yang terlibat. Luar biasa, kerja tim yang telah dilakukan cukup intens. Kita memang harus membudayakan bahwa setiap selesai kegiatan harus ada pelaporan secara tertulis. Semoga ini menjadi kultur lembaga dan menjadi amal jariyah bagi kita semua," ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua DPW mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas pertolongan dan kemudahan yang diberikan sehingga berbagai agenda organisasi dapat terlaksana dengan baik, bahkan di tengah keterbatasan dukungan pendanaan.
"Kita bersyukur kepada Allah, karena dengan pertolongan-Nya kita bisa menyelesaikan banyak kegiatan, bahkan tanpa uang atau dana yang memadai. Ini mengingatkan kita pada kisah Sultan Muhammad Al-Fatih ketika menaklukkan Konstantinopel. Ada kekuatan keyakinan, semangat, kerja keras, dan pertolongan Allah di balik setiap perjuangan," ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun budaya saling menghargai dalam organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan bukan hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kontribusi dan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat.
"Setiap kita harus memberikan apresiasi kepada semua tim yang terlibat. Ketua harus mengapresiasi seluruh panitia, begitu juga setiap bagian harus saling menghargai kontribusi satu sama lain. Sebab, keberhasilan organisasi merupakan hasil kerja bersama," tambahnya.
Dalam pembahasan evaluasi, sejumlah aspek menjadi perhatian, di antaranya pelaksanaan DMW yang melibatkan kader Hidayatullah dari enam provinsi di kawasan Indonesia Timur, efektivitas penyelenggaraan Seminar Kebangsaan, pelaksanaan Tabligh Akbar, kinerja kepanitiaan, publikasi, kemitraan, serta pertanggungjawaban keuangan.
Forum juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai capaian, kendala, dan hal-hal yang perlu ditingkatkan sebagai bahan perbaikan dalam penyelenggaraan program organisasi pada masa mendatang.
Penyelenggaraan DMW sebagai agenda utama diarahkan pada penguatan jati diri, ideologi, kepemimpinan, dan kapasitas kader dalam menggerakkan dakwah. Sementara itu, Seminar Kebangsaan dan Tabligh Akbar menjadi bagian dari kontribusi eksternal Hidayatullah dalam memperkuat sinergi ulama, umara, santri, pendidik, dan masyarakat untuk menjaga persatuan serta membangun karakter bangsa.
Melalui rapat evaluasi ini, DPW Hidayatullah Maluku Utara menekankan pentingnya tindak lanjut atas hasil kegiatan, khususnya dalam pembinaan alumni DMW, penguatan jaringan kader lintas provinsi, peningkatan kualitas manajemen kegiatan, serta pengembangan kemitraan dakwah dengan berbagai pihak.
Dengan dilaksanakannya evaluasi dan pelaporan tersebut, kepanitiaan secara resmi mengakhiri tugasnya. Pembubaran panitia bukan sekadar penutup rangkaian kegiatan, melainkan bagian dari mekanisme pertanggungjawaban dan konsolidasi organisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program di masa mendatang.
DPW Hidayatullah Maluku Utara berharap pengalaman dan hasil dari rangkaian kegiatan ini menjadi modal penting dalam memperkuat gerakan perkaderan, dakwah, dan kontribusi kelembagaan Hidayatullah di Maluku Utara maupun kawasan Indonesia Timur.*/Admin

