HALMAHERA UTARA (Hidayatullahmalut.or.id) – Dewan Murabbi Wilayah (DMW) gandeng DPW Hidayatullah Maluku Utara menggelar Halaqoh Kubro selama dua hari di Pondok Pesantren Hidayatullah Togoliua, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahim, memperkuat ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengonsolidasikan kader dan jamaah Hidayatullah se-Maluku Utara, pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 (15-16 Muharram 1448 H).
Ratusan kader dan jamaah dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku Utara mengikuti kegiatan yang dipusatkan di lingkungan pondok pesantren tersebut.
Selama pelaksanaan, peserta mendapatkan pembinaan spiritual, penguatan ideologi perjuangan, serta penguatan kelembagaan sebagai bagian dari proses kaderisasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tausiyah atau pencerahan kelembagaan bertema, "Transformasi Jatidiri Mujahid Dakwah", kemudian dilanjutkan dengan shalat tahajjud (qiyamul lail) berjamaah dan praktik halaqoh bersama kader Hidayatullah usahi shalat shubuh dari seluruh kader Maluku Utara.
Pada hari kedua, peserta mengikuti kegiatan rihlah usrah (rekreasi keluarga) di kawasan pemandian air panas dan pantai sebagai upaya mempererat kebersamaan antaranggota dan keluarga besar Hidayatullah.
Anggota Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Maluku Utara, Ustaz Soleh, mengatakan Halaqoh Kubro tidak hanya menjadi forum pertemuan antaranggota, tetapi juga menjadi momentum meningkatkan kualitas spiritual dan penguatan komitmen kader terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi.
"Halaqoh Kubro bukan sekadar perkumpulan, tetapi menjadi sarana meningkatkan nilai dan spiritualitas kader, terutama dalam menuntaskan pelaksanaan Gerakan Nawafil Hidayatullah (GNH)," katanya.
Sementara itu, Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Ustadz Nasri Buhori, M.Pd., mengajak seluruh kader untuk membangun karakter Rabbani, yakni pribadi yang terus belajar serta mengajarkan ilmu dan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.
"Seorang kader harus menjadi pribadi Rabbani yang senantiasa mengajarkan kebaikan kepada manusia dan terus belajar ilmu yang bermanfaat," ujarnya.
Dalam arahannya, perwakilan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bidang Dakwah dan Pelayanan Ummat Hidayatullah, Ustadz Shohibul Anwar, M.H.I., menegaskan bahwa perjuangan dakwah Hidayatullah harus tetap berpijak pada manhaj perjuangan Rasulullah SAW, para sahabat, dan tabiut tabi'in.
Menurutnya, proses tarbiyah dan dakwah harus terus dijaga kesinambungannya dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai bagian dari amanah kekhalifahan di muka bumi.
Ia menambahkan, Halaqoh Kubro memiliki nilai strategis sebagai wadah konsolidasi organisasi, penguatan jati diri kader, serta pewarisan nilai dan ideologi perjuangan dari para pendahulu kepada generasi penerus.
Melalui kegiatan tersebut, Hidayatullah Maluku Utara berharap lahir kader-kader yang memiliki integritas, soliditas, serta komitmen kuat dalam menjalankan dakwah dan pembinaan umat secara berkelanjutan di wilayah Maluku Utara.*/Admin

