
Di antara nikmat terbesar yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya adalah nikmat iman. Berkat nikmat tersebut, atas izin-Nya, Kemenag Kota Ternate bersama keluarga besar MIS Integral Hidayatullah serta Pengurus Yayasan Hidayatullah Kota Ternate dapat berkumpul dalam event yang insya Allah penuh berkah, dengan satu tujuan mulia, yaitu membesarkan nama Allah SWT dan memuliakan Al-Qur'an.
Sebagaimana sabda Rasulullah
Ø®َÙŠْرُÙƒُÙ…ْ Ù…َÙ†ْ تَعَÙ„َّÙ…َ الْÙ‚ُرْآنَ ÙˆَعَÙ„َّÙ…َÙ‡ُ
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Pada tanggal 02 Juni 2026 kami telah menyaksikan pencapaian luar biasa dari putra-putri terbaik MIS Integral Hidayataullah angkatan XVII yang tampil dalam
Ujian Hafalan Terbuka. "Ujar Kepala Kantor Kemenag Kota Ternate"
Mereka berjuang menanamkan kalam Allah dalam hati mereka, dengan capaian hafalan yang beragam dan membanggakan. Ada yang telah menyelesaikan hafalan 1 juz, 2 juz, 3 juz, hingga mencapai 5 juz Al-Qur'an. Tidak hanya itu, sebagai pelengkap pembinaan karakter, mereka juga telah menghafal 120 hadist pilihan yang menjadi pedoman dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut dihadiri Oleh Kepala Kantor Kemenag, Kasi Penmad, Pengawas Madrasah, Depdiktren Maluku Utara, Pembina, Pengurus Yayasan Hidayatullah Kota Ternate, Kepala-Kepala Madrasah, serta Organisasi Pendukung maupun Orangtua Peserta Ujian Terbuka.
Prestasi tersebut juga merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Gerakan Literasi Madrasah (GALATAMA), yaitu penguatan literasi agama Islam dan literasi bahasa. Melalui program ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu membaca dan memahami ilmu pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an, Hadits, serta nilai-nilai Islam yang menjadi landasan kehidupan mereka.
Menghafal Al-Qur'an dan menuntut ilmu pada hakikatnya merupakan salah satu bentuk jihad terbesar di masa kini. Karena saat ini kita hidup di era digital yang berkembang sangat pesat. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun di sisi lain, teknologi juga menghadirkan tantangan yang tidak ringan. Berbagai hiburan digital, media sosial, dan arus informasi yang tidak terbatas sering kali menjadi pengalih perhatian yang sangat kuat, khususnya bagi generasi muda.
Oleh karena itu, dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks ini, kita tidak dapat berjalan sendiri. Keberhasilan dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur'an hanya dapat terwujud melalui sinergi tiga pilar utama, yaitu Guru, Orangtua, maupun Siswa itu sendiri.
Ketiga elemen tersebut harus bergerak selaras dan saling menguatkan, bagaikan sebuah bangunan kokoh yang setiap bagiannya saling menopang. Dengan sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan siswa, insya Allah kita akan mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislamannya.





