Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah, fidyah, dan wakaf tunai Anda kepada yang berhak. Informasi lebih lanjut hubungi WA Center +62 812-4852-7607

Silaturahmi Syawal Hidayatullah Indonesia Timur Perkuat Ukhuwah dan Kemandirian Ekonomi Dakwah


TERNATE (Hidayatullahmalut.or.id)
— Pembukaan kegiatan Silaturahmi Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh jaringan Hidayatullah se-Indonesia Timur berlangsung di Masjid Baitul Hasan, Kampus Madya Hidayatullah Kalumata, Ternate (2/4/2026). 

Kegiatan selama empat hari ini diikuti oleh perwakilan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Murabbi Wilayah (DMW) dari Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, serta Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Maluku Utara.

Agenda kultural tahunan tersebut bertujuan mempererat ukhuwah Islamiah lintas wilayah sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan program-program strategis dakwah dan tarbiyah di kawasan Indonesia Timur.

Pembukaan acara menghadirkan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, Lc, yang menyampaikan sambutan sekaligus materi secara daring. Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi ibadah pasca-Ramadhan sebagai indikator keberhasilan menjalani bulan suci.

“Ramadhan adalah madrasah ibadah yang membentuk kedekatan kepada Allah sekaligus menumbuhkan semangat jihad, keberanian, dan kepercayaan diri,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani tokoh pendiri Hidayatullah, Ustadz Abdullah Said, dalam menjaga istiqamah ibadah. Menurutnya, energi spiritual yang diperoleh selama Ramadhan harus menjadi bekal untuk terjun aktif dalam dakwah dengan penuh percaya diri.


Selain itu, Naspi menegaskan bahwa momentum Silaturahmi Syawal harus dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga ekonomi. Ia menyebutkan bahwa banyak agenda dakwah yang tertunda akibat keterbatasan ekonomi, sehingga diperlukan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di setiap DPW.

“Setiap wilayah memiliki potensi ekonomi yang perlu dipetakan dan dikembangkan dengan saling kolaborasi antar wilayah untuk menopang dakwah dan tarbiyah secara berkelanjutan,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya setiap DPW memiliki masjid di area terbuka sebagai pusat pembinaan umat yang inklusif, serta mendorong lahirnya kemandirian ekonomi di kalangan para dai. Selain itu, setiap wilayah diharapkan memiliki pengajar Al-Qur’an bersanad guna menjaga kualitas bacaan sesuai standar tajwid.

Ketua Umum juga menekankan bahwa kemenangan Ramadhan tidak hanya diukur dari intensitas ibadah, tetapi juga dari kuatnya ukhuwah Islamiah. Ia mengajak seluruh peserta untuk saling mendoakan, memperkuat persaudaraan, dan menghilangkan sekat-sekat dalam kebersamaan.

“Kemenangan Ramadhan tercermin dari persaudaraan yang kokoh. Jika doa masih pilih-pilih, maka iman kita belum sempurna,” tegasnya.

Harapan dari Silaturahmi Syawal ini antara lain semoga dapat tercapainya pemetaan potensi ekonomi antar kampus dalam jaringan Hidayatullah di Indonesia Timur. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat basis ekonomi dakwah sekaligus mempercepat realisasi program-program yang selama ini tertunda.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an secara lebih intensif, serta memperkuat sinergi antar wilayah dalam membangun peradaban Islam yang berlandaskan nilai-nilai tauhid, ukhuwah, dan kemandirian.*/Admin