MOROTAI (Hidayatullahmalut.or.id) – Kepala Departemen Dakwah Hidayatullah Maluku Utara, Dr. La Ode Ilman, Lc., M.Pd., mengisi kajian keislaman di Masjid Agung Baiturrahman Pulau Morotai, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, dalam rangka menghidupkan suasana ibadah pada penghujung bulan Ramadhan (11/3/2026).
Dalam tausiyahnya, Ustaz La Ode Ilman menyampaikan bahwa Ramadhan kini telah memasuki fase penting, yakni sepuluh malam terakhir yang dikenal sebagai waktu penuh keberkahan dan peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Ia menjelaskan, salah satu sunnah yang sangat dianjurkan pada fase tersebut adalah memperbanyak ibadah malam sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ï·º. Menurutnya, Rasulullah tidak pernah meninggalkan kesungguhan dalam beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
“Rasulullah ï·º yang telah dijamin masuk surga saja tetap bersungguh-sungguh menghidupkan ibadah di akhir Ramadhan. Apalagi kita yang belum tentu mendapatkan jaminan tersebut, tentu harus lebih bersungguh-sungguh lagi dalam menghidupkan malam-malam terakhir Ramadhan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa sunnah Rasulullah harus terus dihidupkan oleh umat Islam dengan penuh optimisme dan semangat (ghirah) dalam beribadah. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ï·º, “Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka sungguh dia mencintaiku. Dan barangsiapa mencintaiku, maka dia akan bersamaku di surga.” (HR. Tirmidzi dan Thabarani).
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak jamaah untuk memperbanyak amalan seperti qiyamul lail, dzikir, dan membaca Al-Qur’an sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah selama Ramadhan.
Ustaz La Ode Ilman turut mengingatkan pesan Rasulullah ï·º kepada umatnya untuk memperkuat kepedulian sosial dan ibadah. Ia mengutip hadis, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, bagikanlah makanan, dan shalatlah pada waktu malam ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi).
Di akhir tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk meneladani amalan Rasulullah ï·º pada penghujung Ramadhan, yakni melaksanakan i’tikaf di masjid.
“Semoga dengan kesungguhan kita menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan, Allah mempertemukan kita dengan malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan,” tutupnya.*/Admin
