Oleh: Ust. Drs. Nasri Buhori, M.Pd*
Ketika kita menghadapi masalah, seperti kegagalan pribadi, konflik keluarga, konflik organisasi, tekanan hidup, dan berbagai persoalan eksternal lainnya, reaksi pertama yang sering muncul adalah keinginan untuk keluar. Keluar dari permasalahan dan tekanan hidup. Lari dari tanggung jawab.
Seakan-akan inilah cara yang paling praktis dan benar untuk mencari solusi. Padahal pada kenyataannya, konflik tidak akan pernah selesai hanya dengan menghindar.
Sebaliknya, sering kali jalan keluarnya justru dengan masuk lebih dalam. Dengan maksud, melakukan evaluasi dan bermuhasabah terhadap diri sendiri. Dari sanalah biasanya ditemukan akar masalah sekaligus jalan keluarnya.
Masalah tidak datang menimpa kita kecuali telah tersedia pula solusinya. Beban hidup dan ujian tidak diberikan kepada kita kecuali sesuai dengan kesanggupan kita untuk memikulnya.
Sebab setiap ujian yang diberikan telah dipastikan sesuai dengan kadar kemampuan kita menjalaninya. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah ayat 286: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
Maka tidak pantaslah seorang hamba berkeluh kesah secara berlebihan terhadap problematika hidupnya. Sebab solusi atas apa yang kita hadapi telah Allah siapkan, dan itu hanya benar-benar disadari oleh orang-orang yang bertakwa.
Orang yang bertakwa akan melahirkan sikap tanggung jawab pada dirinya sendiri. Apa pun yang dilakukannya, ia sadar bahwa semuanya akan dipertanggungjawabkan. Sebagaimana firman-Nya dalam QS. An-Nahl ayat 97: “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka dia berbuat kebaikan untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang berbuat kejahatan maka dia berbuat kejahatan untuk dirinya sendiri.” Ayat ini menegaskan bahwa setiap pilihan dan tindakan kembali kepada pelakunya.
Sungguh, Allah Maha Adil kepada hamba-Nya. Dia menganugerahkan akal dan kemampuan, serta kesanggupan untuk mengembalikan nasib dan menyelesaikan problem solving hidupnya kembali kepada dirinya sendiri. Inilah makna yang sangat sejalan dengan prinsip “THE ONLY WAY OUT IS IN”—bahwa jalan keluar yang sejati justru dimulai dari dalam diri.
Karena itu, janganlah kita seperti kebanyakan manusia yang ketika menghadapi masalah selalu mencari “kambing hitam”. Menyalahkan orang lain, keadaan, atau situasi. Padahal penyelesaian terbaik adalah memperbaiki diri sendiri. Tapi saya juga heran, kenapa ya… “kambing hitam” selalu saja jadi biang kerok kalau ada masalah? Silahkan, teman-teman, menjawabnya sendiri… hehehe.
Penulis adalah Ketua DPW Hidayatullah Malut 2026-2030*
