Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah, fidyah, dan wakaf tunai Anda kepada yang berhak. Informasi lebih lanjut hubungi WA Center +62 812-4852-7607

Sambut Ramadhan 1447 H, Hidayatullah Malut Gelar Talkshow dan Silaturrahmi Dai Perkuat Kolaborasi Dakwah


TERNATE (Hidayatullahmalut.or.id)
— Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara menggelar Talkshow Ramadhan dan Silaturrahmi Dai se-Maluku Utara di Masjid Raya Al Munawwar, Kota Ternate, (8/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota, Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan ormas Islam, tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta para dai dari berbagai kabupaten/kota di Maluku Utara. Forum ini menjadi ruang silaturrahmi dan konsolidasi dakwah guna memperkuat sinergi menyongsong Ramadhan.

Wakil Gubernur Maluku Utara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dakwah yang dilakukan oleh Hidayatullah, termasuk di wilayah terpencil dan daerah 3T. Ia menilai keberadaan lembaga keagamaan sangat strategis dalam mendukung pembangunan daerah.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara tergolong tinggi, namun belum sepenuhnya berdampak pada kebahagiaan masyarakat. Ia menyoroti tingginya angka bunuh diri sebagai pekerjaan rumah bersama yang memerlukan pendekatan spiritual dan pembinaan moral.

“Pemerintah membutuhkan mitra dari lembaga keagamaan seperti Hidayatullah untuk membangun kesejahteraan lahir dan batin masyarakat utamanya pembinaan spiritual dan karakter anak bangsa,” ujarnya.

Hadir juga sebagai pemateri, Wali Kota Ternate turut memberikan apresiasi kepada para dai yang bertugas di daerah 3T. Ia menegaskan bahwa menjadi dai bukanlah tugas mudah, melainkan amanah mulia yang membutuhkan komitmen dan pengorbanan.

Ia juga mengingatkan bahwa Ternate merupakan salah satu negeri Islam tertua di kawasan Maluku Kie Raha, di mana Islam masuk melalui jalur perdagangan rempah-rempah. Dengan jumlah penduduk sekitar 213 ribu jiwa dan mayoritas beragama Islam, kebijakan Pemerintah Kota, menurutnya, berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan hadits.

Wali Kota menekankan pentingnya pembangunan fisik dan nonfisik. Program membumikan Al-Qur’an, termasuk dukungan infrastruktur tahfiz di pesantren dan TPQ serta peningkatan SDM Al-Qur’an melalui kerja sama dengan Kementerian Agama, menjadi bagian dari komitmen tersebut.

“Ternate harus menjadi episentrum kota tahfiz. Selama saya menjabat, komitmen terhadap nilai-nilai Al-Qur’an akan terus kami pertahankan dan Hidayatullah menjadi mitra penting dalam pembangunan ini,” tegasnya.


Ketua MUI Kota Ternate, Prof. Jubair Situmorang sebagai pemateri yang lain, menyampaikan bahwa Ternate sebagai episentrum peradaban di Maluku Kie Raha memiliki akar historis dan kearifan lokal yang kuat. Islam, menurutnya, hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin dan telah menyatu dengan adat serta budaya setempat.

Ia menyoroti tantangan dakwah di era modern, mulai dari perubahan pola generasi muda, derasnya arus informasi digital tanpa filter, hingga kecenderungan dakwah yang masih bersifat normatif. Karena itu, ia mendorong integrasi metode dakwah, termasuk penguatan digitalisasi dengan segmentasi anak muda.

Prof. Jubair menawarkan strategi dakwah berbasis kearifan lokal dengan pendekatan bahasa daerah serta mengedepankan prinsip “Marimoi Ngone Futuru” (bersatu kita teguh). Ia menekankan pentingnya dakwah kolaboratif yang moderat, solutif, dan tidak mudah menyalahkan pihak lain.

Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Pusat (DMP) DPP Hidayatullah, Dr. Tasyrif Amin, menekankan pentingnya dakwah berbasis keluarga melalui gerakan Rumah Qur’an. Ia mengajak umat Islam memulai pembinaan dari rumah, memperbanyak halaqah Al-Qur’an selama Ramadhan, serta memperkuat ukhuwah melalui masjid, shalat berjamaah, dan majelis taklim.

Ia juga menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pemerintah daerah dengan gerakan dakwah ormas Islam, sehingga kebijakan publik sejalan dengan nilai-nilai keagamaan.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara, Drs. Nasri Buhori, M.Pd, menyatakan bahwa kehadiran Hidayatullah bukan untuk menambah deretan jumlah ormas Islam, tapi memberikan warna dan solusi terbaik di tengah keruhnya masalah sosial keumatan secara konseptual dan aksi nyata.

Dalam forum tersebut, para narasumber sepakat bahwa dakwah kolaboratif, keteladanan, serta pendekatan berbasis riset sosial kearifan local menjadi kunci menghadapi tantangan zaman. Pemerintah diharapkan melahirkan kebijakan yang berpihak pada penguatan nilai agama, tokoh agama menjaga moralitas umat, dan generasi muda menjadi lokomotif inovasi dakwah modern.

Melalui kegiatan ini, Dewan Pengurus Wilayah Hidayatullah Maluku Utara berharap semangat persatuan, kolaborasi, dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an semakin kokoh di tengah masyarakat, sehingga Ramadhan dapat disambut dengan kesiapan spiritual dan sosial yang lebih baik.