Oleh: Ust. Drs. Nasri Buhori, M.Pd
(Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara)
Alhamdulillah, setelah setahun penantian, kini kita kembali dipertemukan oleh tamu agung, bulan suci Ramadhan. Ia hadir menyapa hati-hati yang rindu akan ampunan dan keberkahan.
Kesuciannya karena Allah Yang Maha Suci yang memberkahinya, menjadikannya bulan yang penuh kemuliaan, rahmat, dan limpahan karunia yang tak terhingga.
Mensyukuri kedatangan bulan suci ini dengan kesyukuran tak terhingga adalah keniscayaan bagi setiap hamba yang beriman. Karena Dia masih memberi kita usia, kesehatan, dan kesempatan untuk kembali beribadah serta berbuat berbagai amal kebaikan.
Betapa banyak saudara-saudara kita yang tahun lalu masih bersama, namun kini tak lagi menjumpai Ramadhan. Maka pertemuan ini adalah nikmat besar yang patut disambut dengan hati yang tunduk dan penuh harap.
Ramadhan adalah pintu gerbang kebaikan bagi orang beriman. Bagi yang menjalaninya dengan melaksanakan ibadah *shiyamurramadhan* secara optimal dan maksimal, baik ibadah wajib ataupun sunnah lainnya, bulan ini menjadi ladang pahala yang tak berbatas. Setiap detik bernilai ibadah, setiap amal dilipatgandakan ganjarannya, dan setiap doa begitu dekat dengan pengabulan.
Pintu gerbang kebaikan terbuka lebar sebagaimana yang dijanjikan dan dicontohkan oleh Rasulullah dalam menyikapi Ramadhan. Terbukalah pintu-pintu langit, tertutup pintu-pintu keburukan, dan terbuka lebar keberkahan dari Rabb Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang berupa pengampunan dan surga-Nya. Inilah bulan ketika rahmat dicurahkan, dosa-dosa dihapuskan, dan derajat ditinggikan bagi mereka yang bersungguh-sungguh.
Terbuka pula pintu hati untuk menggapai keberkahan Ramadhan. Hati yang mungkin selama ini lalai, kini kembali tersentuh dan termotivasi untuk beribadah. Masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah, menghadiri shalat Tarawih dengan penuh semangat, dan di beberapa masjid dilanjutkan dengan shalat tahajud di sepertiga malam. Suasana malam menjadi hidup oleh lantunan doa dan ayat-ayat suci yang menggetarkan jiwa.
Pintu keberkahan Ramadhan semakin terasa indahnya saat bacaan kalam Ilahi dilantunkan oleh para imam di setiap shalat jamaah Isya dan Tarawih, menambah khusyu’ serta syahdunya ibadah di bulan suci. Ayat demi ayat dari Al-Qur’an menggema, menyentuh relung hati, meneteskan air mata penyesalan sekaligus harapan akan ampunan.
Gerbang keberkahan tidak hanya terasa di pondok pesantren dan masjid-masjid melalui suara bacaan Al-Qur’an oleh para santri dan remaja masjid. Semangat Ramadhan menjalar hingga ke berbagai penjuru kehidupan. Rumah-rumah dipenuhi tadarus keluarga, majelis-majelis ilmu bermunculan, dan kajian-kajian keislaman semakin semarak.
Suara indah nasyid Ramadhan juga banyak terdengar di mal dan toko-toko, menghadirkan nuansa religius di tengah hiruk-pikuk aktivitas dunia. Tak ketinggalan para santri dan remaja masjid turut melantunkan wahyu Ilahi, menebarkan syiar dan menghidupkan suasana dengan penuh semangat dan keikhlasan.
Gerbang keberkahan juga dirasakan oleh para pedagang, mulai dari pedagang kaki lima hingga toko-toko besar. Bagi mereka, Ramadhan tidak sekadar bulan suci untuk beribadah, tetapi juga terbukanya curahan rezeki.
Aktivitas jual beli meningkat, kebutuhan masyarakat bertambah, dan roda perekonomian berputar lebih dinamis. Namun di balik itu, terdapat peluang besar untuk meraih keberkahan melalui kejujuran, amanah, dan pelayanan yang baik.
Yang menarik, pintu keberkahan Ramadhan tidak hanya dirasakan oleh kaum muslimin. Mereka yang non-muslim pun ikut menikmatinya, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan dan layanan masyarakat. Dampak sosial dan ekonomi dari bulan suci ini menghadirkan manfaat yang luas, menunjukkan bahwa Ramadhan membawa rahmat bagi semesta.
Gerbang keberkahan Ramadhan kini telah terbuka lebar, dicurahkan-Nya kepada orang-orang beriman yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Bahkan dampak keberkahan Ramadhan pun dapat dirasakan oleh non-muslim, khususnya dalam aspek keduniawian.
Maka sungguh merugi siapa saja yang menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Mari kita songsong Ramadhan dengan iman, ilmu, dan amal terbaik, agar kita benar-benar menjadi pribadi yang kembali suci dan meraih derajat taqwa di sisi-Nya.
