Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah, fidyah, dan wakaf tunai Anda kepada yang berhak. Informasi lebih lanjut hubungi WA Center +62 812-4852-7607

Karena Puasa, Tertutuplah Pintu Baginya


Oleh:  Ust. Drs. Nasri Buhori, M.Pd*

Setiap amal ibadah anak Adam akan diganjar dengan surga dan keberkahan. Adapun ahli puasa, karena amalnya itu, di samping diganjar dengan surga, ia juga dianugerahi keistimewaan berupa tertutupnya pintu baginya.

Mengapa demikian? Bukankah setiap hamba yang berpuasa dan berbuat kebajikan akan dibalas dengan terbukanya pintu-pintu surga selebar-lebarnya?

Benar, bahkan ahli puasa mendapatkan balasan yang lebih istimewa: ia masuk surga melalui pintu khusus yang disebut Ar-Rayyan.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ï·º:

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang disebut Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat. Tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. 

Akan diseru: ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka berdiri. Tidak ada seorang pun selain mereka yang masuk melaluinya. Apabila mereka telah masuk, pintu itu ditutup, maka tidak ada seorang pun yang masuk melaluinya.” (HR. Bukhari No. 1896 dan Muslim no. 1152)

Betapa istimewa kedudukan ahli puasa. Setelah ia masuk melalui pintu khusus Ar-Rayyan, pintu itu ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang dapat memasukinya.

Selain itu, ahli puasa juga dijanjikan ganjaran lain berupa tertutupnya pintu baginya. Pintu yang dimaksud sebagaimana digambarkan dalam hadis Rasulullah ï·º:

“Apabila datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan tertutupnya pintu-pintu tersebut, tertutuplah pula baginya jalan-jalan yang dapat merusak nilai puasanya. Ia terjaga dari perbuatan dosa dan terhijab dari hal-hal yang melalaikannya dari dzikir, hanya kepada Allah semata.

Sungguh, tiada kemuliaan di sisi-Nya yang melebihi kedudukan ahli puasa. Maka masihkah kita berleha-leha dan tidak memanfaatkan kehadiran Ramadhan dengan sepenuh amal kebaikan?

Penulis adalah Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara 2026-2030*