TERNATE (Hidayatullahmalut.or.id) – Kampus Madya Hidayatullah Ternate menggelar kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama dengan mengusung tema *“Sucikan Hati, Kuatkan Sinergi Membangun Kekuatan dalam Keberkahan dan Ukhuwah”*. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Baitul Hasan, Kampus Hidayatullah Kalumata Tengah, Ternate (28/2/2026).
Acara diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustaz Drs. Nasri Buhori, M.Pd. Dalam pemaparannya, ia mengangkat materi tentang konsep PPPK, yakni Pola Pikir, Profesionalisme dan Profetik, Peduli, serta Komitmen Loyalitas sebagai fondasi membangun kekuatan lembaga.
Pada aspek pertama, yakni pola pikir, Nasri menegaskan bahwa pola pikir merupakan titik awal dari setiap amal kebaikan. Menurutnya, pola pikir harus berangkat dari kesadaran diri sebagai hamba Allah sekaligus kader pemimpin yang memahami manhaj gerakan dalam jamaah Hidayatullah.
“Pola pikir akan melahirkan pola gerakan. Kita harus sadar bahwa kita berada dalam satu rumah besar bernama Hidayatullah. Jika ingin lembaga ini maju, semuanya harus dimulai dari diri sendiri, dari rasa cinta dan kesamaan cara pandang,” ujarnya.
Selanjutnya, pada aspek profesionalisme, ia menekankan pentingnya membumikan diri sepenuhnya dalam menjalankan amanah. Profesionalisme, kata dia, lahir dari semangat membaca sebagaimana perintah *iqra’*. Budaya literasi dinilai menjadi kunci dalam membentuk sumber daya yang berkualitas.
“Seorang guru harus rajin membaca, seorang pemimpin lebih-lebih lagi. Bagaimana mungkin seseorang bisa profesional jika tidak lahir dari budaya baca. Dari membaca, lahir wawasan dan kebijakan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa profesionalisme tidak hanya ditunjukkan melalui kompetensi, tetapi juga sikap profetik, seperti kepedulian terhadap kebersihan dan keteladanan dalam tindakan sehari-hari.
Pada poin ketiga, peduli, Nasri mengajak seluruh elemen lembaga untuk membangun kepekaan sosial. Ia menyebut kepedulian harus tumbuh dari pimpinan hingga anggota, dari ketua yayasan kepada bawahan, kepala sekolah kepada guru, hingga sesama kader dan masyarakat luas.
Adapun poin terakhir adalah komitmen loyalitas terhadap nilai-nilai Islam dan perjuangan lembaga. Ia menegaskan pentingnya istiqamah dalam menjalankan budaya dan tradisi keislaman dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.
“Komitmen terhadap agama dan lembaga perjuangan Hidayatullah harus dijaga. Setiap yang bergabung sebagai pegawai, guru, dan bagian dari lembaga wajib mengikuti halaqah serta menjalankan kewajiban kelembagaan,” tegasnya.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah serta memperkuat sinergi seluruh elemen Kampus Madya Hidayatullah Ternate dalam mewujudkan lembaga yang berdaya dan penuh keberkahan. Kegiatan dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama’ah dan makan bersama.*/Admin

