TERNATE (Hidayatullahmalut.or.id) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Maluku Utara mengawali rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dengan menggelar Rapat Pleno Wilayah selama dua hari, bertempat di Kampus Hidayatullah Gambesi, Ternate, pada 31 Desember 2025 hingga 1 Februari 2026.
Rapat pleno ini dibuka langsung oleh Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Ustadz Drs. Nasri Buhori, M.Pd. Dalam sambutannya, ia memaparkan arah kebijakan serta strategi organisasi untuk lima tahun ke depan sebagai pijakan gerak Hidayatullah Maluku Utara periode 2026–2030.
Menurutnya, agenda prioritas organisasi ke depan difokuskan pada upaya mewujudkan visi Hidayatullah melalui penguatan gerakan tarbiyah dan dakwah. Hal tersebut dirumuskan dalam tema utama periode ini, yakni “Konsolidasi Jatidiri dan Transformasi Organisasi Menuju Hidayatullah Maluku Utara Mandiri dan Berpengaruh.”
Tema tersebut, lanjut Nasri, menjadi landasan utama dalam penyusunan rencana strategis organisasi lima tahunan yang kemudian diturunkan secara operasional ke dalam program kerja tahunan sebagai arah kebijakan organisasi.
“Rakerwil merupakan bagian dari menjalankan amanah organisasi yang berlandaskan jatidiri Hidayatullah. Karena itu, komitmen dan loyalitas kader, terlebih para pengurus, adalah sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Rakerwil merupakan manifestasi ketaatan dalam sistem kepemimpinan imamah jama’ah. Seluruh keputusan dan kebijakan yang dihasilkan merupakan implementasi dari ketetapan kepemimpinan hasil Musyawarah Majelis Syuro yang diturunkan secara berjenjang mulai dari Rakernas, Rakerwil, hingga Rakerda.
“Dalam pleno inilah kita bersama-sama merumuskan arah kebijakan dan rencana kerja lima tahun ke depan yang akan direalisasikan secara bertahap dalam program operasional tahunan. Dengan demikian, setiap kebijakan dan keputusan bersama menjadi standar kerja organisasi sesuai tema utama periode ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Murabbi Wilayah (DMW) Hidayatullah Maluku Utara, Ustadz H. Riyadi Poniman, S.HI, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan enam karakter Jatidiri Hidayatullah sebagai manhaj gerakan dalam setiap perencanaan dan pelaksanaan program kerja.
Ia menjelaskan bahwa konsolidasi jatidiri tidak sekadar menjadi slogan, melainkan harus memastikan proses internalisasi keimanan dalam diri setiap kader berjalan secara intens dan berkualitas. Dengan demikian, kader Hidayatullah mampu merepresentasikan diri sebagai ideolog-ideolog Islam yang siap berkorban dan memiliki kesiapan mengambil risiko maksimal demi kemuliaan Islam dan kaum muslimin.
Menurutnya, kepemimpinan dalam organisasi pergerakan seperti Hidayatullah harus dilandasi kesadaran ideologis yang kuat serta ditunjukkan melalui kinerja yang berdampak positif dan kontributif terhadap berbagai persoalan umat.
“Kita ingin setiap kader dan pengurus menjalankan program kerja secara konsisten dengan tetap berpegang teguh pada manhaj yang kita anut selama ini, yaitu enam karakter Jatidiri Hidayatullah. Tidak boleh lepas, apalagi melupakannya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa Hidayatullah harus dijadikan sebagai wasilah atau sarana untuk menggapai ridha Allah SWT melalui gerakan dakwah dan tarbiyah yang terarah dan berkesinambungan.
Sebagai tindak lanjut dari rapat pleno tersebut, DPW Hidayatullah Maluku Utara dijadwalkan akan menggelar Rapat Kerja Wilayah pada awal Februari 2026. Rakerwil ini bertujuan untuk memantapkan program kerja lima tahun ke depan sekaligus melakukan penguatan dan evaluasi terhadap berbagai aspek organisasi.*/Admin

