Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah, fidyah, dan wakaf tunai Anda kepada yang berhak. Informasi lebih lanjut hubungi WA Center +62 812-4852-7607

Hikmah Ketauhidan dari Kisah Nabi Ya'qub


أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ ٱلْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنۢ بَعْدِى قَالُوا۟ نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ ءَابَآئِكَ إِبْرَٰهِۦمَ وَإِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ إِلَٰهًا وَٰحِدًا وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ 


Apakah kamu menjadi saksi saat maut akan menjemput Yakub, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim, Ismail dan Ishak, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami (hanya) berserah diri kepada-Nya.” Al-Baqarah 133.

Melalui ayat ini, Allah SWT mengabadikan kisah kehidupan nabiyullah Ya'qub Alaihissalam. Sebuah kisah kehidupan yang sarat hikmah dimana ketika menjelang ajal menjemput Nabi Ya'qub, saat mata beliau telah sayu namun masih dalam kondisi sadar, ketika itu anak istrinya telah mengelilinginya di pembaringan. Ada raut cemas yang luar biasa terpancar dari mata Nabi Ya'qub. Bukan cemas karena ajal yang tak lama lagi menjemputnya, akan tetapi cemas dan khawatir dengan anak keturunan yang akan ditinggalkannya.

Bukan cemas dan takut akan kesejahteraan hidup atau apa yang akan dimakan oleh anak keturunan sepeninggalnya. Bukan pula cemas akan sedikitnya harta benda yang ditinggalkan untuk keluarganya.

Nabi Ya'qub sangat yakin dengan rezeki yang Allah telah sediakan sehingga anak-anaknya akan tumbuh dan memliki kemampuan hidup sesuai zamannya.

Lantas apa yang menjadi sebab cemas berlebih itu?

Nabi Ya'qub sungguh cemas akan tauhid dan keimanan anak keturunannya. Apakah anak-anaknya akan tetap beriman kepada Allah SWT sepeninggalnya nanti?

Saat dimana godaan dunia yang semakin berat dan beragam. Saat semakin banyak Ilah atau Tuhan-Tuhan lain hadir menggoda dengan segala pesona dan tipu dayanya.

Karena kecemasan dan kekhawatiran inilah maka terlontarlah pertanyaan nabiyullah Ya'qub as kepada anak keturunannya " Maa ta'buduuna mimba'di ?". Apa yang akan kalian sembah sepeninggalku nanti ?

Ujung usia jelang perpisahan kerap menjadi momen yang dramatis bagi banyak orang. Itu pula yang terjadi pada Nabiyullah Ya'qub As dan anak-anaknya. Pertanyaannya menjadi wasiat sangat penting untuk menjadi pengingat.

Hal yang luar biasa yang pada akhirnya memberikan kelegaan tak terkira kepada Nabi Ya'qub kala anak-anak memberikan jawaban yang sangat diharapkannya dimana sang anak menjawab pertanyaannya dengan mengatakan "Kami akan menyembah Tuhanmu ( Allah SWT ) dan Tuhan nenek moyangmu yaitu Ibrahim Ismail dan Ishak, yaitu Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya berserah diri kepada-Nya".











Peristiwa kehidupan Nabi Ya'qub As telah mengajarkan kepada kita bagaimana menjadi sosok ayah yang mulia di sisi Allah SWT.

Dimasa sekarang, banyak sekali teori-teori parenting yang mengajarkan cara memerankan diri sebagai sosok ayah yang penting untuk mendukung peran orang tua efektif.

Tapi apakah itu sudah cukup untuk mengantarkan anak cucu kita senantiasa beriman dan hanya menyandarkan hidupnya pada Allah SWT semata?

Bercermin dari kisah kehidupan Nabiyullah Ya'qub mengingatkan kita pada fundamen dasar, bagaimana setiap sisi kehidupan rumah tangga harus ditegakkan dan diarahkan sebaik mungkin untuk semakin dekat kepada Allah SWT. Apalah guna memiliki skill parenting yang hebat jika malah kehilangan pijakan nilai spiritual dalam pendidikan anak.

Jawaban kritis dimasa yang kritis sebagaimana kisah Nabi Ya'qub hanya mungkin bisa terjadi jika anak telah ditarbiyah sedemikian rupa oleh ayahnya untuk benar-benar menyandarkan seluruh hidupnya hanya kepada Allah SWT. Sehingga anak mampu berkomitmen menjadi seorang muslim sejati.

Selain melalui proses tarbiyah, hal yang tak kalah penting adalah memberi teladan yang baik dan mengenalkan anak kepada Tuhannya secara baik pula.

Semoga kelak kita semua diberi kesempatan untuk memiliki anak keturunan yang shaleh dan sholehah yang senantiasa beriman dan bertaqwa secara kaffah kepada Allah SWT. Admin

0 Komentar