Pondok Pesantren Hidayatullah Ternate menerima dan menyalurkan zakat, infaq, sedekah, fidyah, dan wakaf tunai Anda kepada yang berhak. Informasi lebih lanjut hubungi WA Center +62 812-4852-7607

REJUVENASI KEPEMIMPINAN


Setiap lembaga organisasi baik itu lembaga profit ataupun nirlaba (non profit) apabila mau terjadi perubahan yang progresif dan signifan dalam mewujudkan visinya maka selalu melakukan pembaharuan, penyegaran baik itu terkait SDM maupun sistem dan manajemennya. 


Oleh karenanya, di organisasi Hidayatullah pada satu dasawarsa lalu, Bapak Pemimpin Umum KH. Abdurrahman Muhammad memberikan satu gagasan yang briliant terkait hal ini, bahwa untuk mewujudkan visi dan misi Hidayatullah ke depan, maka organisasi perlu melakukan rejuvenasi (peremajaan/penyegaran). 


Sehingga proses peremajaan organisasi ini terus dilakukan utamanya penggerak (SDM), baik itu di organisasi induk maupun organisasi-organisasi pendukung dan amal usaha. Artinya, dalam konteks ini, penggerak organisasi harus diisi oleh orang-orang muda dari sisi usia, atau setidaknya mereka yang selalu berjiwa muda (Ust. Asih Subagyo).  


Hal ini seperti kita lihat pada awal masa kepemimpinan Ketua Umum DPP Hidayatullah, ustadz Dr. Nashirul Haq, Lc. MA. Satu generasi dengan 2 periode diisi oleh kaum muda, meskipun ada beberapa orang kader senior, sebab kuantitas kader muda belum tercukupi.      


Rejuvenasi Pemuda


Kebijakan ini juga berlaku untuk organisasi pendukung, seperti Pemuda Hidayatullah yang saat ini sedang berlangsung secara nasiona melakukan Musyawarah Wilayah setelah Munas bulan lalu. 



Maka, rejuvenasi menjadi satu kebutuhan bila Pemuda Hidayatullah mau melakukan akselerasi, baik itu regenerasi (pergantian pemimpin) ataupun penyegaran dengan mutasi tugas bawahan dll.


Hal ini perlu dilakukan agar terjadinya harmonisasi dan gerakan organisasi yang semakin dinamis


Apabila kita mengamati kondisi secara nasional saat ini, maka tercatat negeri kita telah memasuki bonus demografi dan diprediksi puncaknya terjadi pada tahun 2030. Artinya, populasi akan didominasi oleh individu-individu dengan usia produktif.


Alhamdulillah, kita bersyukur di Maluku Utara telah lahirnya banyak kader-kader muda yang tersebar di berbagai level organisasi, baik di lembaga struktural seperti di DPW, DPD dan Orpen serta amal usaha Yayasan dan Badan Usaha.


Terlebih dalam konteks rejuvenasi kepemudaan, maka proses peremajaan, penyegaran kepengurusan serta manajemen dan program harus terus ter-update dan ter-upgrade menyesuaikan kondisi aktual dan tuntutan keumatan, bangsa dan negara. 


Sehingga harapannya pemuda sebagai "Agent of Change" (agen perubahan) betul-betul mampu menyiapkan dan memproduksi kader-kader muda sebagai pelanjut estafeta perjuangan Islam dan kebangsaan. Wallahu'alam. Arif Hanafi (Mantan Ketua PW Pemuda Hidayatullah Maluku Utara)